Cara Hapus File Sampah Windows

7 Cara Menghapus File Sampah (Junk Files) di Windows

Ada beragam penyebab yang membuat performa PC atau laptop kamu menjadi lambat. Salah satunya ialah menumpuknya file sampah di dalam hardisk.

File sampah ini berasal dari aktivitas kamu ketika memakai PC atau laptop tersebut. Mulai dari file yang ditinggalkan aplikasi ketika selesai dipakai sampai file yang kamu hapus dan tersimpan di Recycle Bin.

Dan bukan hanya membuat performa jadi lambat, banyaknya file sampah juga akan memenuhi ruang penyimpanan di hardisk kamu, sehingga hal ini dapat membatasi kamu ketika ingin menyimpan data-data.

Tapi tenang saja, kamu bisa mengatasinya dengan mengikuti panduan menghapus file sampah di Windows yang akan dijelaskan berikut ini.

Cara Menghapus File Sampah di Windows

Data file sampah ini tersebar di beberapa direktori. Jadi untuk menghapusnya, kamu perlu mengecek direktori-direktori tersebut. Silahkan kamu ikuti panduannya satu-satu agar hasilnya maksimal.

#1. Hapus Data Folder Temp

Langkah pertama kamu harus menghapus isi data dari folder Temp. Pada folder ini, terdapat file sampah yang berasal dari aplikasi hingga sistem.

Berikut cara menghapus file sampah di Windows:

  1. Langkah awal silahkan tekan tombol Windows + R, ketik temp dan tekan Enter.
Akses Folder Temp di Windows Run
  1. Kalau sudah, maka folder Windows Temp akan terbuka.
  2. Kamu tekan tombol Ctrl + A, klik kanan dan pilih Delete untuk menghapusnya.
Hapus Semua File Sampah Folder Temp
  1. Setelah berhasil terhapus, sekarang kamu tekan tombol Windows + R kembali, ketik %temp% dan tekan Enter.
Akses Folder Temporary Files
  1. Maka folder Local Temp akan terbuka.
  2. Silahkan kamu block semua data dengan menekan tombol Ctrl + A, klik kanan dan pilih Delete.
Hapus Junk Files di Local Temp

File yang ada di folder tersebut bukan file penting. Sehingga kamu tidak perlu khawatir akan ada file yang hilang atau sistem rusak ketika menghapusnya.

#2. Hapus Data Folder Software Distribution

Ketika kamu melakukan update Windows, maka data dari update sebagian akan dialokasikan ke folder Software Distribution.

Nah kalau update sudah selesai, data update tersebut akan tidak terpakai nantinya. Sehingga daripada memenuhi isi hardisk, kamu bisa menghapusnya kalau mau.

Berikut cara menghapus data sampah di folder Software Distribution:

  1. Pertama, kamu buka CMD lewat Run as Administrator.
Jalankan CMD di Windows
  1. Kemudian ketik perintah “net stop wuauserv” dan tekan Enter.
Ketik Perintah net stop wuauserv
  1. Ketik lagi perintah “net stop bits” dan tekan Enter.
Ketik Perintah net stop bits
  1. Sekarang, kamu buka File Explorer.
Jalankan File Explorer di Windows
  1. Selanjutnya akses direktori C: > Windows > Software Distribution > Download.
  2. Kalau sudah, tekan tombol Ctrl + A, klik kanan dan pilih Delete.
Bersihkan Folder Software Disribution
  1. Setelah dihapus, sekarang restart PC kamu dulu.
Restart PC Windows 10
  1. Buka CMD kembali dan ketik perintah “net start wuauserv” tekan Enter.
Ketik Perintah net start wuauserv
  1. Lalu ketik juga perintah “net start bits” tekan Enter.
Ketik Perintah net start bits

Catatan: Perintah di atas berfungsi untuk mematikan dan menghidupkan Windows Update Service serta Background Intelligent Transfer.

#3. Hapus Data Download dari IDM

Di Internet Download Manager (IDM) setiap download yang belum selesai, akan menyimpan data sementara.

Nah jika kamu memiliki daftar download belum selesai (dan tidak pernah kamu lanjutkan lagi), maka sebaiknya kamu ikuti panduan poin ini.

Karena data sementara dari download tersebut kalau dibiarkan akan menjadi file sampah, yang menumpuk. Bahkan bisa hingga beberapa GB. Caranya sebagai berikut:

  1. Silahkan buka File Explorer terlebih dulu.
Jalankan Aplikasi File Explorer
  1. Selanjutnya akses direktori C: > Users > PC Name > AppData > Roaming > IDM > DwnlData.
  2. Kalau sudah, kamu tekan Ctrl + A, klik kanan dan pilih menu Delete.
Hapus File Download Folder IDM

#4. Hapus Data Folder Prefetch

Folder Prefetch difungsikan untuk menyimpan rekaman berupa data atau informasi dari setiap aplikasi yang sudah kamu jalankan.

Nah kalau kamu sering beraktivitas memakai PC atau laptop, file-file yang ada di folder ini akan menumpuk. Sehingga bisa menjadi file sampah yang harus kamu bersihkan secara rutin.

Berikut cara menghapus file sampah di folder Prefetch:

  1. Kamu bisa tekan tombol Windows + R, ketik Prefetch dan tekan Enter.
Akses Folder Prefetch
  1. Nanti folder prefetch akan muncul. Sekarang kamu tekan tombol Ctrl + A untuk block semua file.
  2. Selanjutnya kamu klik kanan dan pilih Delete untuk menghapus data-data di sana.
Hapus Junk Files di Folder Prefetch
  1. Setelah hapus folder prefetch, kamu bisa restart sistem.

#5. Jalankan Disk Cleanup

Kalau tadi kita pakai cara manual, nah di Disk Cleanup kamu bisa membersihkan file sampah secara otomatis.

Disk Cleanup ini biasa kami pakai untuk membersihkan drive C. Disk Cleanup sendiri punya beberapa fungsi. Yaitu untuk menghapus temporary files, data di Recycle Bin dan file sampah sejenis.

Berikut cara menjalankan Disk Cleanup di Windows:

  1. Pertama kamu buka File Explorer terlebih dulu.
Buka Windows Explorer Windows 10
  1. Kemudian klik kanan Drive C dan pilih menu Properties.
Buka Menu Properties di Drive C
  1. Setelah itu klik Disk Cleanup.
Jalankan Disk Cleanup
  1. Centang data-data file sampah yang ukurannya besar.
  2. Kalau sudah, klik OK dan konfirmasi penghapusan file sampah dengan cara klik tombol Delete Files.
Bersihkan File Sampah Lewat Disk Cleanup
  1. Tunggu sampai proses cleaning file sampah selesai.
Proses Cleaning File Sampah Disk Cleanup

#6. Gunakan Aplikasi CCleaner

Sedikit penjelasan tentang CCleaner, aplikasi ini berfungsi untuk mengoptimalisasi sistem dengan berbagai macam cara. Salah satunya CCleaner memiliki fungsi untuk menghapus file sampah.

Kalau kamu sudah mengikuti panduan memakai Disk Cleanup tadi, maka dengan CCleaner ini kamu tinggal membersihkan data registry saja. Berikut caranya:

  1. Kamu bisa buka CCleaner terlebih dulu.
Jalankan Aplikasi CCleaner
  1. Kemudian pilih tab Registry dan tekan tombol Scan for Issues.
Jalankan Fitur Scan for Issues
  1. Kalau sudah, kamu bisa klik tombol Review Selected Issues dan pilih No untuk lanjut ke proses hapus registry.
Jalankan Fitur Selected Issues
  1. Terakhir, pilih Fix All Selected Issues untuk menghapus semua registry.
Bersihkan Registry Lewat CCleaner

#7. Aktifkan Storage Sense

Sekarang PC atau laptop kamu sudah bersih dari file sampah. Selanjutnya kamu perlu mengaktifkan Storage Sense.

Fungsi Storage Sense ini bukan untuk membersihkan file sampah, melainkan untuk membuat file-file sampah selanjutnya yang muncul akan terhapus secara otomatis.

Meskipun yang terhapus tidak semua (hanya sebagian), untuk menjaga kinerja sistem tentunya hal ini tidak ada salahnya untuk dilakukan.

Berikut cara mengaktifkan Storage Sense.

  1. Silahkan buka Windows Settings.
Jalankan Windows Settings
  1. Pilih menu pengaturan System.
Buka Menu Pengaturan System
  1. Buka tab Storage. Aktifkan Storage Sense ke opsi On.
Menghidupkan Fitur Storage Sense

  1. Selesai.

Selain bisa menghilangkan file sampah secara otomatis, dengan Storage Sense kamu juga bisa membersihkan cache di laptop sampai bersih.

Kemudian terdapat juga opsi menghapus Windows Old, jika di drive sistem kamu terdapat data Windows lama yang membuat kapasitas sistem penuh.

Itulah cara-cara yang kami rekomendasikan untuk membersihkan file sampah di Windows. Kamu bisa menerapkan langkah-langkah tadi secara berkala. Misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali.

Tutorial di atas bisa kamu ikuti di semua versi Windows. Windows 7, Windows 8 dan Windows 10. Kecuali untuk Storage Sense, fitur ini khusus hanya ada di Windows 10.

Share ke teman-teman kamu jika bermanfaat. Jangan lupa juga berkomentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like