Mengatasi USB not Recognized

10 Cara Mengatasi Pesan USB not Recognized (PC / Laptop)

Kalau berbicara soal komputer dan laptop, maka tidak akan bisa lepas dari perangkat USB juga.

Seringkali kita menghubungkan perangkat tertentu melalui USB. Misalnya modem, USB flashdisk, harddisk eksternal dan lain-lain.

Tidak heran, hal ini dikarenakan USB merupakan port standar yang hampir ada di semua komputer dan laptop.

Nah perlu kamu tahu, USB di komputer atau laptop juga dapat mengalami masalah. Salah satunya adalah pesan USB not Recognized yang membuatnya menjadi tidak berfungsi.

Cara Mengatasi USB Not Recognized

Jika kamu sedang mengalami masalah ini, maka tenang saja. Di sini Uplotify akan menjelaskan cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya pada pembahasan berikut.

1. Pindahkan Perangkat ke Port USB Lain

Memindahkan Perangkat USB ke Port Lain

Kebanyakan laptop atau PC sekarang sudah memiliki port USB lebih dari satu.

Sebelum kamu menyimpulkan lebih jauh bahwa port USB PC atau laptop kamu rusak, ada baiknya kamu cek terlebih dahulu.

Coba kamu pindahkan perangkat USB yang kamu colokkan ke port yang lain. Misalnya dari port A atau port B.

Kalau berjalan normal ketika dipindah, berarti port USB sebelumnya memang ada masalah.

2. Cek Kabel USB Perangkat Tertekuk atau Tidak

Cek Kabel Pada Perangkat USB

Beberapa perangkat USB menggunakan kabel seperti konektornya. Misalnya seperti mouse, keyboard, atau kabel USB HP.

Nah kamu harus memastikan bahwa kabel dari USB tersebut tidak tertekuk. Karena jika demikian, kemungkinan besar nantinya perangkat jadi tidak bisa dikenali, dan muncul pesan not recognized.

3. Jalankan USB Troubleshooter

Sistem operasi Windows, memiliki suatu fitur khusus yang dapat kamu pakai untuk mengatasi masalah-masalah tertentu. Yaitu Troubleshooter.

Di Troubleshooter, kamu juga bisa memperbaiki masalah USB not recognized dengan menjalankan USB Troubleshoot.

Caranya seperti ini:

  1. Di kolom pencarian Windows, ketik Troubleshooter
  2. Buka hasil pencarian, kemudian masuk ke menu Additional Troubleshooter
  3. Klik USB Troubleshooter
  4. Silahkan klik Next saja untuk mulai melakukan perbaikan USB
Jalankan Troubleshooter

4. Nonaktifkan Fast Startup

Di sistem operasi Windows ada sebuah fitur yang disebut fast startup. Fitur ini berfungsi untuk membuat PC atau laptop bisa mati atau hidup lebih cepat dari yang seharusnya.

Meskipun bisa membantu dari segi waktu, namun fast startup bisa mengganggu beberapa fungsi tertentu. Salah satunya ialah port USB. Terkadang juga hal ini dapat membuat USB muncul pesan not recognized.

Kamu bisa coba menonaktifkan fitur fast startup. Caranya seperti berikut ini:

  1. Tekan secara bersamaan tombol Windows + R.
  2. Ketikkan powercfg.cpl lalu tekan Enter.
Ketik Perintah Pada Windows Run
  1. Di sebelah kiri pilih opsi Choose what the power buttons do.
Pilih Opsi Dalam Petunjuk
  1. Hilangkan centang di Turn on fast start up. Jika opsi ini dalam kondisi disable kamu harus klik pada Change settings that are currently unavaible.
Klik Pada Change Settings That Are Currently Unavaible

5. Atur USB Selective Suspend

USB selective suspend, adalah pengaturan yang berfungsi untuk menonaktifkan port USB tertentu tanpa mempengaruhi port lainnya. Fitur ini bermanfaat untuk menghemat baterai laptop atau daya PC.

Jika kamu sedang mendapati pesan not recognized, maka kamu bisa menonaktifkan USB selective suspend. Karena terkadang fitur ini bisa menjadi penyebabnya.

Berikut cara mengatur pengaturan USB selective suspend:

  1. Buka Windows Run dengan cara menekan tombol Windows + R secara bersamaan.
  2. Selanjutnya ketik ‘powercfg.cpl’ pada kotak yang disediakan kemudian klik OK atau Enter.
Ketik Enter Setelah Pada Perintah Windows Run
  1. Setelah muncul jendela baru, pilih Change plan settings pada pojok kanan atas power plan yang kamu gunakan.
Klik Pada Opsi Change Plan Settings
  1. Selanjutnya pilih Change advanced power settings.
Buka Change Menu Settings
  1. Jika sudah muncul jendela baru, cari USB setting, masuk dan pilih lagi pada USB Selective suspend settings.
  2. Akan muncul dua pengaturan, ubah keduannya ke disabled dan pilih Apply untuk menerapkan pengaturan yang kamu lakukan.
Buka USB Setting Lalu Buka USB Selective Suspend Settings

Selanjutnya jika kamu ingin mengaktifkan kembali fitur ini, kamu cukup ulangi langkah nomor 6 dengan mengubah kembali kedua pengaturan yang ada ke mode Enabled.

Jangan lupa klik Apply untuk menerapkan perubahan yang kamu lakukan.

6. Uninstall USB Device di Device Manager

Untuk mengatasi masalah USB not recognized selanjutnya, kamu bisa mencoba melakukan uninstall driver USB PC atau laptop kamu.

Cara ini bertujuan untuk mengatasi masalah seperti bug yang terdapat pada driver USB. Sehingga pesan not recognized bisa hilang.

Untuk langkah-langkahnya seperti berikut ini:

  1. Silahkan klik kanan tombol Start Windows.
  2. Kemudian buka Device Manager.
Buka Device Manager
  1. Geser ke bawah dan cari Universal Serial Bus Controller. Buka menu yang ada di bawahnya.
  2. Selanjutnya pada setiap driver yang ada, klik kanan dan pilih Uninstall Device.
Buka Universal Serial Bus Controller Lalu Pilih Uninstall Device

Jika sudah maka USB driver di PC atau laptop kamu telah terhapus. Silahkan restart agar sistem secara otomatis mengganti driver yang terhapus tersebut.

7. Nonaktifkan Save Power

Perlu diketahui bahwa secara default Windows telah mengaktifkan fitur save power untuk setiap driver yang terpasang di sistem operasi PC atau laptop kamu.

Fitur ini berfungsi untuk membuat sistem operasi dapat mematikan driver ketika komputer sedang digunakan.

Namun jika kamu sedang mendapati pesan not recognized, kamu lebih baik nonaktifkan saja pengaturan save power ini.

Berikut caranya:

  1. Buka Start Windows dengan cara klik kanan.
  2. Selanjutnya buka Device Manager.
Jalankan Device Manager
  1. Geser ke bawah, kemudian buka menu Universal Serial Bus Controllers.
  2. Klik kanan pada driver dan pilih Properties.
Klik Properties Pada Driver
  1. Pada jendela baru, masuk ke tab Power management dan hapus centang pada bagian Allow the computer to turn off this device to save power. Klik OK kalau sudah.

8. Jangan Gunakan USB Hub

Hindari Penggunaan USB Hub

Di beberapa kasus, sistem akan muncul pesan “USB device not recognized” jika kamu menggunakan USB hub dan terlalu banyak perangkat USB yang terpasang.

Hal ini umumnya dikarenakan daya listrik yang dibutuhkan perangkat, tidak dapat dipenuhi oleh USB hub tersebut.

Sebisa mungkin jangan menyambungkan perangkat USB ke USB hub terutama jika perangkat tersebut butuh daya besar. Seperti keyboard, mouse atau hardisk eksternal.

9. Update Driver Chipset

Selalu Update Driver Chipset

Untuk sebagian komputer atau laptop, memiliki driver chipset tersendiri. Dan driver ini dapat mempengaruhi konektivitas dari USB.

Kamu bisa coba menginstall driver chipset tersebut jika sedang mendapati masalah pesan not recognized pada USB. Atau kamu juga bisa mengupdate drivernya.

Setiap chipset, drivernya biasanya berbeda-beda. Umumnya Intel® Chipset Driver milik Intel atau AMD Chipset Driver milik AMD.

10. Cek Perangkat Pastikan Tidak Rusak

Pastikan Perangkat USB Tidak Rusak

Terakhir pastikan perangkat USB yang kamu sambungkan kondisinya masih baik, tidak rusak. Karena kalau rusak, maka pesan not recognized bisa saja muncul.

Kamu bisa melakukan pengecekan kembali. Misalnya dengan menyambungkan perangkat USB tersebut ke komputer lain. Atau melihat apakah ada kabel putus atau tidak pada perangkatnya.

Sedikit tambahan, untuk perangkat tertentu kalau rusak biasanya akan memunculkan ciri-ciri tertentu. Misalnya di flashdisk, ciri-cirinya bisa seperti flashdisk minta format atau flashdisk tidak bisa diformat.

Atau di keyboard dan mouse, suka disconnect sendiri, tidak bisa ditekan dan lain-lain sebagainya.


Demikian pembahasan mengenai cara untuk mengatasi pesan USB not recognized di komputer atau laptop.

Diharapkan informasi ini dapat membantu kamu untuk mengatasi masalah not recognized jika kamu sedang menemuinya.

Jika kamu punya pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan melalui kolom komentar di bawah. Entah masalah terkait maupun tidak juga boleh.

Mungkin kamu butuh juga: Cara Mengatasi The File is too Large for The Destination File System

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like